Selasa, 04 November 2014

ikhtisar ILMU ALLAH



ILMU ALLAH

Ilmu Allah adalah sumber dari segala ilmu.
Ilmu Allah sangatlah luas dibandingkan mahluknya.

Pencipta الْخَالِقُ
•       Allah adalah Pencipta segala sesuatu (6:102)
خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ
•       Menciptakan yang
–      Telah tiada
–      Sekarang ada
–      Akan ada
Allah tidak pernah berhenti dalam mencipta.

Pemberi Rizki الْعَلِيْمُ

Paling tahu
•        Allah Maha Mengetahui 59:22
–      Yang abstrak (ghoib)
–      Yang nyata (syahadah)
•       Sedikit mendetailkan pengetahuan Allah yang ditulis di Lauh Mahfuzh 6:59
–      apa yang di daratan dan di lautan
–      tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)
–      tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan
–      tidak sesuatu yang basah atau yang kering


khusus jalur ilmu َلْخَاصَّة
Ada dua jalur ilmu yakni jalur khusus dan jalur umum
-          Jalur Khusus disebut Jalur Resmi
-          Jalur Umum disebut Jalur Tidak Resmi

jalur resmi
•       Ilmu yang diberikan oleh Allah melalui jalur resmi berupa WAHYU (اَلْوَحْيُ)
Wahyu sendiri secara bahasa berarti bisikan, ilham, perintah, mengatur dan membentuk.

Jalur umum / tidak resmi
Jalur tidak resmi adalah ilmu yang diberikan berupa Ilham
•       Ilmu ini tidak melalui perantara para Rasul Allah atau Nabi Allah, tetapi ditanamkan langsung oleh Allah
•       Tentu dibawa oleh malaikat Jibril kepada yang bersangkutan
•       Jadi sampainya ilmu kepada manusia secara umum itu bersifat LANGSUNG (مُبَاشَرَةٌ)
•       55:4 kecerdesan berpikir; mampu mengerti dengan terang dan sanggup pula memberikan pengertian kepada orang lain dengan terang pula

Ayat-ayat qauliyah wahyu اَلأيَةُ الْقَوْلِيَّةُ
·         Wahyu yang berikan kepada Rasul disebut pula AYAT-AYAT QAULIYAH
·         Ayat-ayat qauliyah ini ada yang dalam bentuk lembaran-lembaran (shuhuf) dan ada pula yang berupa kitab. Contohnya kitab: Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an

Ayat-ayat kauniyah wahyu اَلأيَةُ الْكَوْنِيَّةُ
·         ilham yang diberikan kepada manusia berupa ayat-ayat kauniyah (AK), tentang fenomena alam atau sunnatullah di alam semesta
·         Melalui tiga potensi yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia (pendengaran, penglihatan dan hati), manusia mampu memahami apa yang terjadi di alam à merumuskannya dalam suatu ilmu pengetahuan à diaplikasikan menjadi teknologi yang berguna

Hubungan antara AQ dan AK
·         AQ memberikan ISYARAT (اَلإِشَارَةُ) tentang AK
·         AK memberikan BUKTI (اَلْبُرْهَانُ) atau mengkonfirmasi kebenaran AQ

Kebenaran mutlak AQ اَلْحَقِيْقَةُ الْمُطْلَقَةُ
•       Apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an memiliki tingkat kebenaran yang mutlak
•       2:1 Al-Qur’an ini tidak ada keraguan di dalamnya
•       15:9 Allah menjamin akan keaslian Al-Qur’an sampai hari kiamat
•       Bukti kebenaran Al-Qur’an adalah tidak ada kontradiksi antara satu ayat dan ayat yang lain (4:82)
•       Tidak ada yang mampu membuat yang serupa dengan al-Qur’an (17:88), atau serupa dengan 10 surat dalam al-Qur’an (11:13) atau salah satu suratnya saja (2:23)

Kebenaran Empiris AK اَلْحَقِيْقَةُ التَّجْرِبَةُ
•       kebenaran yang dicapai oleh penggalian melalui Ayat-Ayat Kauniyah adalah kebenaran yang bersifat Empiris, sesuai dengan pengalaman atau eksperimen
•       Rumusan teori atau penemuan selalu berkembang
•       Selalu saja ada sisi-sisi tertentu yang belum digali oleh manusia, sehingga memunculkan penemuan baru
•       Penemuan demi penemuan menyempurnakan teori yang ada atau membatalkannya
•       Contoh perkembangan teori atom
–      John Dalton
–      J. J. Thompson
–      Rutherford
–      Bohr
–      Modern

Pedoman Hidup AQ (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)
•       Karena AQ kebenarannya bersifat mutlak, maka AQ yang berhak menjadi PEDOMAN HIDUP manusia
•       3:19 agama yang diridhoi oleh Allah adalah Islam
•       3:85 siapa mencari agama selain Islam tidak akan diterima dan di akhirat akan merugi
•       Al-Qur’an bersama As-Sunnah telah merinci berbagai pedoman dalam berbagai sisi kehidupan manusia
–      Manusia dengan Allah
–      Manusia dengan sesamanya
–      Manusia dengan makhluk hidup lainnya
–      Manusia dengan alam semesta

Sarana Hidup AK (وَسَائِلُ الْحَيَاةِ)
·         Berbagai ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan manusia dari ayat-ayat kauniyah, dijadikan sebagai sarana hidup manusia
·         Hidup manusia makin mudah dengan berbagai pengembangan ilmu pengetahuan karena berbagai sarana hidup ditemukan
·         Apa yang terjadi di belahan dunia lain, akan segera diketahui bahkan langsung diketahui oleh belahan lainnya
·         Kecepatan dalam transportasi antar kota, negara, bahkan benua

Jangan Terbalik
·         Jangan memposisikan keduanya secara terbalik: AQ menjadi sarana hidupnya dan AK menjadi pedoman hidupnya
·         Apabila terbalik, maka dunia akan rusak(30:41)
–      Mempermainkan agama
–      Eksploitasi alam tanpa batas
–      Dekadensi moral
·         Kerusakan yang ditimbulkan sebenarnya lebih dahsyat (kehancuran total, tak bersisa), tapi Allah melepaskan sebagian kecil saja.

Manusia yang sempurna
·         Hanya dengan memposisikan secara benar antara AQ sebagai pedoman hidup dan AK sebagai sarana hidup manusia akan mencapai kesempurnaan
·         Saat memanfaatkan karunia Allah di alam semesta ini di samping sesuai dengan ilmu pengetahuan juga dilandasi moral Al-Qur’an
·         Hidup yang penuh berkah (7:96), hidup yang baik (16:97)
·         Di dunia baik dan di akhirat pun baik serta selamat dari siksa api neraka (2:201)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar